SETETES DARAH UNTUK SATU KEHIDUPAN

Posted by Astanto on 19 Mei 2017 in Kategori | Kemahasiswaan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Serulingmas Cilacap, bekerjasama dengan PMI Kabupaten Cilacap Unit Tranfusi Darah belum lama ini menyelenggarakan bakti Donor Darah di gedung Mini Hospital kampus setempat. Melihat meningkatnya permintaan labu darah menjadi latar belakang kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulanan ini. Serta kurangnya kepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial yang ada disekitarnya, terutama masalah terkait dengan stok labu darah yang masih rendah.

Antusiasme peserta calon pendonor yang berasal dari kalangan mahasiswa/i dan karyawan dirasa cukup besar, dari jumlah pendaftar yang hadir kurang lebih 100 orang, dan mendapatkan 50 labu darah, ini dikarenakan banyaknya darah dari pendonor yang tidak memenuhi syarat salah satunya rendahnya HB darah. Kegiatan ini adalah sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi diantaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan ini sendiri adalah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kemanusiaan dan turut berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Cilacap.

Iva Puspaneli Setiyaningrum, Ns., M.Kep., selaku PUDIR III Akper Serulingmas Cilacap menyatakan kalau kegiatan ini adalah salah satu agenda rutin yang dilakukan Akper Serulingmas Cilacap melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Diharapkan program kemanusiaan melalui pelayanan donor darah ini bisa menjadi hal positif dan inspiratif bagi mahasiswa dan karyawan untuk bisa ikut andil dalam membantu sesama yang membutuhkan, serta  bisa ikut berkontrribusi dan menjadi bagian dari masyarakat merupakan salah satu peranan dari setiap institusi pendidikan.

Pihak PMI Cilacap menyatakan apresiasinya kepada Akper Serulingmas Cilacap yang telah banyak membantu dan memfasilitasi program PMI khususnya dalam kegiatan donor darah, dan memberikan apresiasi luar biasa atas kesabaran dan keuletan panitia dalam mencari kebutuhan darah di Cilacap yang masih kurang, harapannya kegiatan ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat mencakup lebih luas tidak hanya mahasiswa dan karyawan akan tetapi masyarakat Maos pada umumnya.